suarapalabuhanratu.com – Sukabumi, Distribusi air bersih yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi di sejumlah wilayah Kecamatan Parungkuda dan Parakansalak mengalami gangguan akibat bencana longsor yang merusak jaringan pipa transmisi di kawasan Cipanengah.
Kerusakan tersebut terjadi setelah luapan Sungai Cibuntu dalam beberapa hari terakhir menggerus area di sekitar jalur pipa transmisi, sehingga mengakibatkan terganggunya pasokan air ke pelanggan di kedua wilayah tersebut.
Kepala Cabang Perumda Air Minum TJM Parakansalak, Asep Ramdani, mengatakan terdapat dua jalur pipa utama yang terdampak oleh kejadian tersebut, yakni pipa transmisi berdiameter 8 inci dan 10 inci yang menjadi tulang punggung distribusi air bersih dari sumber Cibuntu.
“Jadi ini ada dua pipa dari Cibuntu, ukuran 8 inci dan 10 inci. Yang 8 inci untuk wilayah Parakansalak, sedangkan yang 10 inci untuk wilayah Parungkuda dan sebagian wilayah Parakansalak,” ujar Asep, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang disertai tingginya debit air Sungai Cibuntu menyebabkan terjadinya erosi dan longsoran tanah di sekitar jaringan pipa. Akibatnya, sebagian konstruksi penyangga mengalami kerusakan sehingga aliran air ke pelanggan tidak dapat berjalan normal.
Perumda TJM bergerak cepat dengan menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan meminimalkan dampak gangguan pelayanan. Proses perbaikan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang cukup sulit serta faktor keselamatan petugas di lapangan.
Asep menjelaskan, pihaknya terus berupaya mempercepat proses pemulihan agar distribusi air bersih dapat kembali normal secepat mungkin. Selain melakukan perbaikan jaringan yang terdampak, tim juga melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai guna mengantisipasi potensi longsor susulan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Saat ini seluruh tim sedang bekerja maksimal untuk memperbaiki kerusakan dan memulihkan distribusi air secepatnya,” katanya.
Perumda TJM juga mengimbau masyarakat terdampak untuk menggunakan air secara bijak selama masa gangguan berlangsung. Pelanggan diminta menyimpan cadangan air secukupnya serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan perusahaan terkait perkembangan proses perbaikan.
Gangguan distribusi ini diperkirakan berdampak pada sejumlah kawasan di Kecamatan Parungkuda dan Parakansalak yang selama ini mengandalkan pasokan dari jalur transmisi Cibuntu. Meski demikian, Perumda TJM memastikan upaya pemulihan akan terus dilakukan hingga layanan kembali beroperasi normal.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penguatan infrastruktur air bersih yang tahan terhadap bencana, mengingat tingginya risiko longsor dan erosi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, terutama saat curah hujan meningkat dan debit sungai mengalami lonjakan signifikan.






