Perumdam TJM Cikembar Gencarkan Penggantian 600 Water Meter Gratis Sepanjang 2026

Sukabumi24419 Views

suarapalabuhanratu.com – Sukabumi, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumdam TJM) Kabupaten Sukabumi Cabang Cikembar terus menggulirkan program penggantian water meter pelanggan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Program ini difokuskan untuk mengganti water meter yang bermasalah, seperti mati, pecah, buram, rusak, hingga hilang.

Kepala Cabang Perumdam TJM Cikembar, Herni Supriyani, menegaskan bahwa penggantian water meter tersebut tidak dipungut biaya alias gratis bagi pelanggan. Kebijakan ini termasuk bagi pelanggan yang mengalami kehilangan water meter, yang dalam beberapa bulan terakhir cukup banyak terjadi di wilayah Cikembar.

“Penggantian water meter ini gratis. Kalau kehilangan, konsumen bisa melapor terlebih dahulu dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Setelah itu kami usulkan untuk penggantian water meter yang baru,” ujar Herni, Selasa (20/1/2026).

Pada tahun 2026, Cabang Cikembar menargetkan penggantian sebanyak 600 unit water meter. Realisasinya dirancang sekitar 50 unit per bulan, menyesuaikan dengan kapasitas petugas di lapangan agar tidak mengganggu pelayanan rutin lainnya.

“Target kita 2026 itu 600 water meter. Jadi per bulan sekitar 50 unit, supaya tetap seimbang dengan pekerjaan lain di lapangan,” jelasnya.

Herni menuturkan, mekanisme penggantian dilakukan berdasarkan laporan pelanggan maupun hasil pengecekan internal melalui sistem billing. Water meter yang hilang menjadi prioritas utama karena berpotensi menimbulkan kehilangan air dan ketidakakuratan pencatatan pemakaian.

“Kalau ada laporan kehilangan, konsumen lapor ke cabang, buat surat kehilangan ke polisi, lalu kami ajukan ke pusat. Setelah water meter tersedia, petugas langsung menindaklanjuti ke lapangan,” katanya.

Selain kehilangan, penggantian juga menyasar water meter yang mengalami kerusakan, buram, pecah, maupun tertimbun akibat perubahan bangunan pelanggan. Kondisi tersebut sering kali menyulitkan petugas saat melakukan pembacaan meter setiap bulan.

“Kami juga minta kerja sama pelanggan, terutama yang water meternya tertutup bangunan, agar dipindahkan ke bagian depan supaya mudah dibaca setiap bulan,” tuturnya.

Menurut Herni, program penggantian water meter ini memberikan manfaat langsung bagi pelanggan dan perusahaan. Water meter yang berfungsi normal akan mencatat pemakaian air secara riil dan akurat, sehingga menghindari sistem perhitungan rata-rata yang biasanya diberlakukan pada water meter mati.

“Kalau water meter mati, pemakaian sering dirata-ratakan. Setelah diganti, pemakaian tercatat sesuai kondisi sebenarnya. Ini juga membantu peningkatan pendapatan perusahaan,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau pelanggan agar tidak membiarkan water meter dalam kondisi bermasalah. Jika menemukan water meter mati, buram, atau rusak, pelanggan diminta segera melapor ke Kantor Cabang Cikembar untuk mendapatkan penjelasan dan tindak lanjut.

“Jangan puas kalau pemakaian terlihat kecil karena water meter mati. Kalau ada masalah, silakan datang ke kantor, nanti akan dijelaskan oleh petugas,” ujarnya.

Ke depan, Perumdam TJM Cabang Cikembar berharap seluruh water meter bermasalah, termasuk yang usia pemakaiannya telah lebih dari lima tahun, dapat diganti secara bertahap. Dengan dukungan dan kerja sama pelanggan, program ini diharapkan berjalan optimal demi pelayanan air bersih yang lebih akurat, transparan, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *