suarapalabuhanratu.com – Sukabumi, Kabupaten Sukabumi tidak hanya dikenal dengan wisata pantai dan air terjunnya, tetapi juga memiliki destinasi wisata religi yang unik dan sarat nilai sejarah. Salah satunya adalah Masjid Agung Cikakak yang berada di wilayah Kecamatan Cikakak.
Masjid yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu ini dikenal memiliki arsitektur tradisional khas Sunda yang masih terjaga hingga kini. Bentuk bangunannya yang sederhana namun sarat nilai sejarah menjadikan Masjid Cikakak sebagai salah satu peninggalan budaya yang penting di Sukabumi.
Keunikan masjid ini tidak hanya terletak pada sejarah dan arsitekturnya, tetapi juga pada keberadaan ratusan monyet ekor panjang yang hidup bebas di sekitar kawasan masjid. Kawanan monyet tersebut sudah lama menjadi bagian dari kehidupan di lingkungan masjid dan hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.
Bagi warga sekitar, keberadaan monyet-monyet tersebut bukanlah hal yang asing. Bahkan, masyarakat setempat menjaga dan melindungi satwa tersebut sebagai bagian dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Hal inilah yang membuat Masjid Cikakak memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga ingin menyaksikan langsung keunikan kawanan monyet yang berkeliaran bebas di sekitar area masjid.
Suasana alam yang masih asri di kawasan Cikakak turut menambah kenyamanan bagi para pengunjung. Pepohonan besar yang mengelilingi area masjid menciptakan suasana sejuk dan teduh, sehingga cocok dijadikan tempat untuk berwisata sekaligus berziarah.
Perpaduan antara nilai religi, budaya, serta keberadaan satwa liar yang hidup harmonis dengan lingkungan menjadikan Masjid Cikakak sebagai salah satu destinasi wisata yang berbeda dari tempat lainnya di Sukabumi.
Dengan keunikan tersebut, Masjid Cikakak diharapkan terus menjadi salah satu ikon wisata religi di Sukabumi sekaligus memperkaya potensi pariwisata daerah yang berbasis pada kearifan lokal.












