Suarapalabuhanratu.com – Sukabumi, Suasana haru menyelimuti lokasi pengungsian penyintas bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Selasa (10/3/2026). Di tengah bulan suci Ramadan, Bupati Sukabumi H Asep Japar hadir langsung untuk berbuka puasa bersama para warga yang terdampak bencana.
Kegiatan buka puasa bersama yang digelar di posko pengungsian, halaman SDN 1 Bantargadung, menjadi wujud kepedulian dan empati pemerintah daerah kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana pergerakan tanah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati H Asep Japar menyapa para penyintas satu per satu. Ia terlihat berbincang dengan warga, menggendong anak-anak, hingga membagikan takjil kepada mereka. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi itu pun memberikan penguatan moral bagi para warga yang masih tinggal di pengungsian.
“Sebagai pemerintah daerah, kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Kami hadir untuk memberikan semangat dan membantu meringankan beban warga,” ujarnya.
Selain berbuka puasa bersama, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp3 juta kepada warga terdampak selama enam bulan. Bantuan tersebut diberikan agar warga dapat mengontrak rumah sementara sambil menunggu proses relokasi.
“Saya tidak tega melihat warga kami menjelang Lebaran masih berada di pengungsian. Karena itu, kami memberikan bantuan dana untuk mengontrak rumah tinggal sementara,” ungkap Bupati..
Beliau menjelaskan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan rencana relokasi bagi para penyintas ke lokasi yang lebih aman. Namun, penentuan lokasi tersebut masih akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta melalui kajian terkait kondisi dan stabilitas lahan.
“Untuk penempatannya sudah ada gambaran, namun akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi sekaligus dilakukan pengkajian apakah lahannya aman atau tidak,” ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari terakhir masa penetapan status tanggap darurat bencana, yang selanjutnya akan memasuki masa transisi pemulihan.
Pada kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan buku tabungan Dana Tunggu Hunian senilai Rp3 juta kepada perwakilan warga terdampak bencana.






